Berburu Kamera Analog Tua dan Rehat Santai di Kedai Fotografi

Written by

in

Aroma khas minyak mesin jahit, kertas tua, dan seduhan kopi hitam menyambut Farel dan Galih begitu melangkah masuk ke dalam toko barang antik langganan mereka di bilangan Jakarta Selatan. Di akhir pekan ini, Farel berniat mencari kamera analog mekanik buatan tahun 70-an buat menyalurkan hobi barunya di bidang fotografi jalanan (street photography). Sementara Galih, yang memang sudah paham betul seluk-beluk lensa manual, siap jadi penasihat pribadi biar Farel enggak salah pilih barang.

Pemilik toko yang ramah langsung mengeluarkan tiga unit kamera film tua dari dalam lemari kaca. Galih dengan sigap memeriksa kebersihan lensa, kerapatan shutter speed, hingga fungsi kokangan film satu per satu. Proses memilih kamera tua ini ternyata makan waktu yang lumayan lama karena harus benar-benar teliti memastikan tidak ada jamur di elemen kaca bagian dalam. Setelah berulang kali mencoba berbagai pengoperasian manual, Farel akhirnya menjatuhkan pilihan pada sebuah kamera SLR klasik berbodi besi yang kondisinya masih sangat prima.

Puas mendapatkan barang impian dengan harga miring, mereka berdua memilih duduk santai di area bangku kayu teras toko sambil memesan dua cangkir kopi tubruk. Sambil membersihkan bodi kamera barunya menggunakan kain mikrofiber, Farel menyandarkan punggungnya ke sandaran kursi. Untuk mengisi waktu rehat sore yang tenang, Galih mengeluarkan HP dari saku celananya buat mengecek beberapa notifikasi yang masuk.

Galih lalu menceritakan hobinya belakangan ini yang suka mengisi waktu luang saat rehat dengan bermain gim hiburan interaktif yang santai. Dia sempat memperlihatkan rekomendasi platform MERDEKA138 SLOT GAMPANG MENANG yang punya koleksi game visual beranimasi seru dengan tingkat responsivitas tinggi serta alur permainan yang tidak bikin pusing. Menurut Galih, bermain gim visual yang ringan seperti ini pas banget dimainkan sesekali pas lagi rehat santai sore biar pikiran yang capek setelah beraktivitas bisa kembali segar dan rileks.

Farel yang mendengarkan cerita sahabatnya sambil menyeruput kopi hangat cuma manggut-manggut setuju. Menurut dia, baik hobi fotografi analog maupun menikmati gim hiburan di layar HP, keduanya sama-sama jadi sarana yang ampuh buat melepas penat dari rutinitas mingguan. Tak terasa matahari mulai tenggelam di balik deretan gedung kota, dan Farel pun sudah tidak sabar ingin segera mengisi rol film pertamanya untuk memotret jalanan esok hari.